Archive for the ‘Tempat Rekreasi’ Category

    WISATA AIR TLOYO

    WISATA AIR TLOYO

    Permainan Becak Air, Terapi Pijat Air Pancuran, Kolam Renang, Terapi Ikan dan lain-lain

    Dusun Tloyo Desa Karanggedong Kecamatatan Ngadirejo

    Kabupaten Temanggung Jawa Tengah

    HP. 0813-2862-3665


    Site : www.kabtemanggung.com/wisata-air-tloyo

    Candi Liyangan

    Situs Liyangan yang ditemukan tahun 2008 di kawasan penambangan pasir Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jateng diperkirakan merupakan sebuah permukiman atau perdusunan zaman Mataram Kuno.
    Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Kabupaten Temanggung, Bekti Prijono, di Temanggung, Rabu, mengatakan, hasil penelitian tim Balai Arkeologi Yogyakarta memperkirakan situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno.
    Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta yang dipimpin Baskoro telah melakukan penelitian pada 14-20 April 2010 di situs Liyangan. Dugaan bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena ditemukan sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu.
    Bekti menyebutkan, penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang.
    Temuan terakhir yang spektakuler, katanya, berupa rumah panggung dari kayu yang hangus terbakar dan masih tampak berdiri tegak. Satu unit rumah tersebut berdiri di atas talud dari batu putih setinggi 2,5 m. Selain itu juga ditemukan satu unit rumah kayu lain yang saat ini baru tampak pada bagian atapnya.
    Ia mengatakan, tim Balai Arkeologi memperkirakan kedua unit rumah itu merupakan bangunan rumah masa Mataram Kuno. Hal ini berdasarkan pada lokasi yang dekat dengan temuan candi Hindu yang berada di sebelah barat pada jarak sekitar 50 meter.
    “Ditemukannya profil klasik Jawa Tengah pada kaki candi diperkirakan candi ini berasal dari abad sembilan Masehi. Diperkirakan bangunan rumah tersebut berada dalam satu kompleks dengan candi dan kemungkinan merupakan satu zaman,” katanya.
    Secara umum, katanya, potensi data arkeologi situs Liyangan tergolong tinggi berdasarkan indikasi, antara lain luas situs dan keragaman data berupa bangunan talud, candi, bekas rumah kayu dan bambu, strutur bangunan batu, lampu dari bahan tanah liat, dan tembikar berbagai bentuk.
    Selain itu, juga diperoleh informasi berupa struktur bangunan batu, temuan tulang dan gigi hewan, dan padi. “Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks. Indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, dan situs pertanian,” katanya.
    Sumber : Yahoo

    Candi Pringapus

    Candi Pringapus ini terletak di Desa Pringapus Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Tidak jauh dari candi Pringapus terdapat candi lain bernama candi Perot,  sayangnya sekarang hanya tinggal reruntuhan saja.

    Tahun 1819 ditemukan prasasti batu yang memuat angka tahun 772 Caka / 15 Juni 850 Masehi di candi Perot, dan dinamakan Prasasti Tulang Air. Prasasti berhuruf dan berbahasa Jawa kuno berisi penetapan sima oleh Rakai Patapan Pu Manuku untuk sebuah bangunan suci di desa Tulang Air, Rakai Patapan Pu Manuku adalah pejabat pemerintah kerajaan Mataram kuno di bawah kekuasaan Rakai Pikatan.Tulang Air merupakan prasasti tertua yang memuat daftar para pejabat di bawah raja, dan raja yang berkuasa saat itu adalah Rakai Pikatan (Februari 847/27 Mei 855 Masehi). Salah satu raja Mataram kuno yang juga mendirikan candi Prambanan. Kemungkinan besar daerah tersebut ke dalam wilayah kekuasan Rakai Pikatan, sesuai dengan toponim Pikatan yang masih dikenal di daerah Temanggung saat ini dan banyaknya peninggalan arkeologis masa klasik di daerah tersebut. (Sumber literatur di candi Pringapus)

    Oleh masyarakat sekitar candi Pringapus sering digunakan untuk acara 7 bulanan (tingkeban) dan berikut gambar reruntuhan candi Perot dan kira-kira 100 meter dari candi Pringapus terdapat mata air besar Endong Sewu dengan peninggalan berupa candi Nandi (berbentuk seekor sapi).






    Pikatan Water Park

    Pikatan Water Park

    Objek wisata ini berada di Desa Mudal Kecamatan Temanggung, yang jaraknya hanya 2 km dari arah selatan kota Temanggung. Sejak launching pada tahun 2009, Pikatan Water Park menjadi salah satu objek wisata andalan yang ada di Temanggung mulai 1 Januari 2010, tempat wisata ini dikelola oleh PD Bhumi Phala Wisata. Prospek kedepannya, Pikatan ini akan dijadikan tempat wisata unggulan di Jawa Tengah karena memiliki keunggulan komparatif yaitu sumber air asli dari penggunungan. Pikatan Water Park yang seluas 2 hektar ini termasuk objek wisata baru sehingga Dinbudparpora serta pihak pengelola terus melakukan perbaikan dan penambahan wahana. Di dalam water park ini terdapat 6 kolam, 5 slide, 1 kolam olimpiade (kolam prestasi), 4 kolam rekreasi dan flying fox.

    Harga Tanda Masuk

    Senin s/d Jumat Rp. 6.000,-

    Sabtu s/d Minggu dan Hari Libur Rp. 7.500,-

    Site: www.kabtemanggung.com/pikatan-water-park

    Click on image to zoom

    CURUG TROCOH

    CURUG TROCOH

    Curug Trocoh dikenal pula dengan nama Curug Surodipo, untuk menghormati perjuangan Surodipo, pengikut setia Pangeran Diponegoro. Ia pernah dipercaya sebagai panglima perang saat melawan tentara belanda (1825-1830). Di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, inilah Surodipo membangun benteng pertahanannya. Di tempat ini pula, Pangeran Diponegoro mengumpulkan para panglima perang dan pengikutnya, untuk menyusun siasat perang gerilya yang sangat melegenda itu.

    Curug Trocoh terletak di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, sekitar 28 km dari arah barat laut Kota Temanggung. Istilah Trocoh, dalam bahasa Jawa, berarti selalu mengeluarkan air. Air di Curug ini memang tak pernah surut, termasuk saat kemarau panjang. Tetapi ketika terjadi penjarahan hutan besar-besaran di awal reformasi, ekosistem di kawasan ini sdikit terganggu. Meski tak Objek wisata ini disebut juga sebagai Curug Surodipo. Nama ini memang terkait dengan seorang tokoh pejuang bernama Surodipo, yang merupakan pengikut setia Pangeran Diponegoro. Surodipo mengungsi ke Tawangsari, sekaligus untuk menyusun strategi perang melawan tentara Belanda.
    Curug Trocoh memiliki keunggulan yang jarang dimiliki objek wisata air terjun lainnya, yaitu mempunyai lima terjunan bertingkat. Ketinggian curug, dari puncak ke dasar sekitar 120 meter. Jarak antara terjunan satu dan terjunan berikutnya rata-rata 20 meter. Selain itu, airnya bersih dan segar.

    Site: www.kabtemanggung.com/curug-trocoh

    Click on image to zoom

Anda ingin pasang Iklan?

Hubungi kami di 085643892647

Arsip
Pengunjung
Facebook


Kategori